MEDAN, Kreasi Layout
Pengusaha sukses Syeikh Dr Reza Abdul Jabbar bersama istirnya Ummu Khadijah Peggy Melati Sukma SSos MH mengundang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) magang di perusahaan peternakan dan pertanian milik pasangan ini di New Zealand.
Tawaran magang kepada mahasiswa UMSU ini disampaikan pasangan pengusaha peternakan sapi yang sukses di New Zealand tersebut saat melakukan kunjungan silaturahmi ke kampus UMSU di Jalan Kapten M Basri Kota Medan, Sabtu (13/6).
Kunjungan itu diisi sharing Session dibuka langsung oleh Rektor UMSU Prof Dr Akrim MPd dengan tajuk “From the Countries Global Impact Business Insight For The Changing World”. Dihadiri oleh Ketua BPH UMSU Prof Dr Agussani MAP dan jajaran, Wakil Rektor III Dr. Rudianto, M.Si, Pimpinan Fakultas dan Program Studi di UMSU serta mahasiswa International.
Rektor UMSU menyambut dengan rasa bangga dan syukur atas kehadiran dua tokoh asal Indonesia yang berdiaspora ke New Zaeland menjadi pembisnis yang sukses mengelola lahan sekitar 1.000 hektare dengan 4.000 ekor sapi. “Kami bangga dan bahagia dapat bersilaturahim, serta mengucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatannya,” katanya.
Dia menegaskan bahwa UMSU terus bergerak menuju universitas dengan reputasi internasional.“Kami siap mendengarkan inspirasi, wawasan dan gagasan. UMSU hari ini ingin menjadi kampus bereputasi global,” katanya.
Prof Akrim juga memperkenalkan perkembangan UMSU sekaligus menyampaikan kesiapan kampus dalam menyongsong Muktamar Muhammadiyah 2026. Dia turut menyinggung semangat filantropi Muhammadiyah, termasuk pembangunan masjid kampus terpadu.
Pada sesi sharing session, Syeikh Dr. Reza menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, khususnya penguatan kurikulum pertanian. Pendidikan pertanian harusnya lebih banyak praktek di lapangan sehingga para lulusan benar-benar siap dan memiliki kemampuan di bidang pertanian.
Menurutnya, pendidikan pertanian dan pertenakkan seharusnya menghasilkan ilmu yang bermanfaat dan aplikatif. “Pertanian adalah profesi terbaik dan harus diisi oleh orang-orang terbaik, karena pangan sangat penting bagi kehidupan,” sarannya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan kiat sukses sesuai tuntunan ajaran Islam. Menurutnya, kunci sukses tidak terlepas dari kesabaran sembari mengutip Ayat Al Qur’an.
Kesabaran katanya, terbagi menjadi dua bentuk yaitu sabar menghadapi hal yang dapat diusahakan, seperti biaya pendidikan dan proses menuntut ilmu. Kedua, sabar menghadapi hal di luar kendali, seperti kerugian atau ditipu dalam perdagangan, “Dalam pembelajaran, yang memberi ilmu harus ikhlas, dan yang menerima ilmu harus sabar,” sebutnya.(*/zal)



